Cara Menghitung Volume Kolom Beton Bertulang Dan Kebutuhan Materialnya

 BASIC ARSITEK Cara Menghitung Volume Kolom Beton Bertulang Dan Kebutuhan Materialnya - Pada saat membangun sebuah rumah pastinya ada komponen penting yang tidak boleh di tinggalkan. Salah satu komponen penting yang tidak boleh di tinggalkan yaitu kolom beton bertulang.


Apa pengertian kolom beton bertulang itu ?? 

Kolom beton bertulang adalah batang atau tiang tekan vertikal yang berfungsi untuk menahan beban dari balok beton bertulang. Kolom beton bertulang merupakan struktur tekan yang mempunyai peran penting pada bangunan. 

Apabila ada kerusakan pada bagian kolom beton bertulang akan menjadi masalah krusial terhadap bangunan tersebut, kemungkinan terbesar akan menyebabkan keruntuhan pada bangunan tersebut.

Kolom beton bertulang juga berfungsi untuk meneruskan beban dari bangunan atau dari elevasi atas ke pondasi atau ke elevasi bawah. Kolom beton bertulang biasanya dipasang dengan jarak 3 meter sampai 4 meter.

Pada pembahasan kali ini, Basic Arsitek akan berbagi bagaimana cara menghitung kebutuhan material untuk pembuatan kolom beton bertulang pada hunian sederhana. 


Menghitung Kebutuhan Material Kolom Beton Bertulang !

Sebenarnya cara mencari kebutuhan material kolom beton bertulang bisa di katakan lumayan mudah, yang pertama kita hitung dulu volume dari kolom beton bertulang tersebut. Kita bisa menggunakan rumus PxLxT untuk menghitung volume kolom beton bertulang. 

gambar penulangan kolom beton bertulang

Disini kita akan menghitung kebutuhan material kolom beton bertulang mulai dari semen, pasir, kerikil, air, dan besi tulangannya.

Dimensi kolom beton bertulang yang di pakai untuk hunian rumah sederhana biasanya 15 cm atau 0,15 m. Sedangkan untuk tinggi mulai dari 3 m – 4 m. Disini kita akan menggunakan tinggi kolom 3,8 m saja. Karena kita sudah mengetahui dimensi kolom, maka kita hitung volume tersebut dengan rumus PxLxT. 

Jadi volume kolom beton bertulang persatu tiangnya adalah 0,15 x 0,15 x 3,8 = 0,085 m3, apabila dalam pembuatan hunian tersebut membutuhkan 25 kolom beton bertulang, maka tinggal kita kalikan jumlah kolom beton bertulang dengan jumlah volume kolom pertiangnya. Hasilnya adalah 25 x 0,085 = 2,137 m3. 

Dari hitungan tersebut kita bisa mencari tau kebutuhan material yang akan digunakan untuk pembuatan kolom beton bertulang pada hunian tersebut. Berikut kebutuhan material yang dibutuhkan untuk pembuatan kolom beton bertulang dengan jumlah 25 kolom.


1. Material Semen

Jika kita menggunakan beton mutu fc' 17 MPa, slump (100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara manual untuk pembuatan kolom beton bertulang, maka untuk 1m3 pembuatan kolom kita memerlukan 322kg semen Portland. 

Jadi kita tinggal menghitung kebutuhan semen yang di pakai untuk pembuatan kolom beton bertulang dengan rumus : Volume kolom x jumlah semen untuk 1m3 pembuatan beton. Hasilnya yaitu 2,137 x 322 = 688,114 kg.

Apabila 1 zak semen ada 50kg, maka total 688,114kg tadi bisa kita ubah menjadi satuan zak dengan cara kita bagi keseluruhan semen dengan jumlah semen per zak’nya. Maka menjadi 688,114kg : 50kg = 13,762. Jika di bulatkan menjadi 14 zak semen.

Maka kebutuhan semen Portland yang di pakai untuk pembuatan beton bertulang untuk dimensi kolom 15x15 dengan tinggi 3,8m dan jumlah 25 kolom beton bertulang, di perlukan semen Portland kurang lebih 14 zak semen. Jika  dimensi kolom yang anda gunakan berbeda, itu tidak menjadi masalah, anda tetap bisa menggunakan rumus tersebut.


2. Material Pasir 

Untuk menghitung keperluan pasir rumusnya sama dengan menghitung kebutuhan semen. Kooefisien pasir dari pembuatan  beton mutu fc' 17 MPa, slump (100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara manual untuk pembuatan kolom beton bertulang permeter kubiknya memerlukan  817kg. 

Jadi kita hanya perlu mengalikan volume beton dan jumlah pasir permeter kubiknya. Hasilnya adalah 2,137 x 817kg = 1745,9kg 

Jika rata-rata berat jenis pasir permeter kubiknya 1500kg, maka 1745,9kg : 1500kg = 1,164 m3. Jadi untuk membuat kolom beton bertulang untuk hunian sederhana dengan jumlah 25 kolom di perlukan pasir 1,164 m3. 


3. Material Kerikil

Untuk kebutuhan kerikil atau split kita tetap menggunakan satuan m3. Menurut peraturan Menteri PUPR tahun 2023, untuk pembuatan beton mutu fc’17 MPa memerlukan kerikil/split sebanyak 1009kg.

Karena kita sudah mengetahui volume untuk pembuatan kolom beton bertulang, kita tinggal kalikan saja. Jadi hasilnya 2,137 x 1009kg = 2156,2kg. 

Apabila berat jenis kerikil atau split permeter kubiknya 1300kg, maka 2156,2kg : 1300kg = 1,658 m3. Jadi total kerikil yang kita butuhkan sebanyak 1,658 m3 kerikil atau split. 


4. Material Besi Tulangan

Satuan yang biasa di pakai untuk menghitung besi masih sama menggunakan kg, bisa juga menggunakan satuan m. Pada setiap kolom praktis ada 4 tulangan pokok, disini ARSCIVIL menggunakan besi Ø10 untuk tulangan pokok.

Berat besi Ø10 permeternya yaitu 0,62 kg, untuk mencari volume besi menggunakan rumus : berat besi x jumlah besi perkolom x tinggi kolom x jumlah kolom. Jadi hasilnya 0,62 x 4 x 3,5 x 25 = 217kg. Maka jumlah besi kolom beton bertulang dalam satuan kg sebanyak 217kg.

Apabila kita ingin menghitung dalam jumlah m, maka kita menggunakan rumus : jumlah besi perkolom x tinggi kolom x jumlah kolom. Hasilnya 4 x 3,5 x 25 = 350 m. Jika Panjang besi perlonjor 12 m, maka 350 : 12 = 29,16 lonjor dibulatkan menjadi 29 lonjor.

Jadi untuk pembuatan kolom beton bertulang dari dimensi di atas memerlukan besi 217kg atau besi 29 lonjor. 


Jadi seperti itulah cara menghitung kebutuhan material kolom beton bertulang menggunakan beton mutu fc' 17 MPa, slump (100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara manual. Semoga artikel ini membantu bagi yang sedang membutuhkannya. Maafkan BASIC ARSITEK bila ada kesalahan, dan silahkan di koreksi. 


 

Post a Comment for "Cara Menghitung Volume Kolom Beton Bertulang Dan Kebutuhan Materialnya"